Jumat, 07 Agustus 2015

Dirjen Haji: Lindungi Jemaah Umrah, Tim Khusus Bergerak ke Kuningan Jawa Barat

Travel Haji Umroh Jakarta (Sinhat)--Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Abdul Djamil menjelaskan, operasi tim khusus penegakan hukum ke kantong-kantong calon jemaah haji dan umrah yang mengalami kerugian diharapkan dapat berjalan efektif sesuai harapan. Pergerakan ini bertujuan untuk merespon secara cepat segala keluhan yang dialami oleh calon jemaah umrah.

“Rabu kemarin (05/08), saya mendapat laporan tim khusus sudah bergerak ke rumah-rumah korban penelantaran calon jemaah umrah di Kuningan, Jawa Barat. Mereka bekerja dari pagi sampai dini hari tadi. Saya apresiasi kerja cepat mereka ini,” terangnya kepada kontributor Sinhat saat ditanya tadi pagi tentang rencana operasi tim khusus penegakan hukum paska lebaran. Travel Haji Umroh

Ia berharap dengan digelarnya operasi ini secara berkesinambungan dapat menjerat travel-travel tak berizin dan berizin bermasalah ke meja pengadilan. “Dengan hukum ditegakkan maka pemerintah sudah menjalankan kewajibannya untuk memberikan perlindungan kepada calon jamaah baik yang ingin berangkat umrah mau pun yang ingin berangkat haji,’ ucapnya.

Sehingga, lanjut Abdul Djamil, tidak ada lagi travel-travel bermasalah itu bebas beroperasi di seluruh Indonesia. “Jadi, kami mohon partisipasi masyarakat bila menemukan travel tak berizin segera kirim laporan informasi tersebut ke alamat email kotak pengaduan yang tertera di website haji.kemenag.go.id. Insya Allah laporan informasi ini akan kami teruskan ke Bareskrim Mabes Polri,” pesan Abdul Djamil kembali. (Rio/ar)
Ditulis oleh Affan Rangkuti pada Kam, 06/08/2015 - 12:23
Sumber: haji.kemenag.go.id
Travel Haji Umroh

Operasi Tim Khusus Travel Akan Ditingkatkan ke Daerah Terpencil

Travel Umroh Haji Jakarta (Sinhat)--Direktur Pembinaan Haji dan Umrah Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (Ditjen PHU) Muhajirin Yanis menerangkan, operasi tim khusus penegakan hukum akan bergerak mendatangi rumah-rumah korban jemaah. “Selain meminta keterangan kepada travel yang telah merugikan calon jemaah, mereka (tim khusus) akan jemput bola mendatangi rumah-rumah korban,’ pungkas Muhajirin Yanis, Kamis siang (06/08).

Ia kembali menyampaikan, kehadiran tim khusus penegakan hukum di tengah-tengah korban diharapkan mampu mempercepat pemberian sanksi kepada travel bermasalah tersebut. “Kalau sudah ada keterangan dari korban dan travel maka pemerintah bisa mengambil kesimpulan untuk memberikan sanksi sesuai dengan tingkat kesalahannya. Yang terberat pencabutan izin dan pelimpahan kasus ke Bareskrim Polri,” tegas Muhajirin lagi. Travel Umroh Haji

Muhajirin mengingatkan kali ini pemerintah serius menindak travek-travel bermasalah. “jadi, jangan coba-coba tes kami seakan-akan kami tidak bisa tegas. Pemerintah bisa tegas. Terbukti bersalah travel berizin itu langsung kami cabut izinnya. Sedangkan yang tak punya izin kami laporkan ke Bareskrim Mabes Polri.

Rabu kemarin (05/08), tim khusus sudah mendatangi rumah korban penelantaran jemaah di kawasan Cigugur, Kuningan, Jawa Barat. Tim beranggotakan 5 orang itu telah mengumpukan keterangan beberapa korban. Diharapkan keterangan-keterangan dari korban-korban itu dapat memperkuat kami untuk mengambil langkah-lagkah penindakan. Sedangkan tim-tim lainnya juga telah bergerak, dan nanti juga akan menyisir daerah-daerah terpencil, sehingga pergerakan travel-travel tak berizin itu dapat dipersempit tidak melebar kemana-mana. Diharapkan dengan begitu jumlah korban pun dapat dipersempit,” bebernya lagi. (Rio/ar)

Ditulis oleh Affan Rangkuti pada Kam, 06/08/2015 - 12:46
Sumber: haji.kemenag.go.id
Travel Umroh Haji

Pemerintah Mewacanakan Tahapan Setoran Haji Khusus Sama Dengan Jamaah Haji Reguler

Travel Umoh Haji Jakarta (Sinhat)--Dalam rangka meingkatkan kualitas pelayanan setoran awal haji, pemerintah terus melakukan koordinasi dengan berbagai pihak. Salah satunya dengan para pengurus Bank Penerima Setoran Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPS BPIH). “Kami sengaja mengumpulkan BPS BPIH supaya ada masukan atas rencana kami menerapkan sistem baru pelayanan setoran jamaah haji regular dan khusus,” tutur Moh Hasan Afandi, Kepala Bagian Sistem Informasi Haji Terpadu Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (Ditjen PHU) saat rapat koordinasi peningkatan layanan setoran jemaah antara Kementerian Agama dengan BPS BPIH, Kamis sore (06/08).

Selain itu, Kementerian Agama juga mewacanakan penerapan sistem setoran awal haji khusus disamakan dengan jamaah haji regular. “Kami minta masukan teman-teman dari perbankan apakah sistem setoran awal yang selama ini diterapkan untuk jemaah haji reguler juga bisa diterapkan kepada jemaah haji khusus,” katanya lagi. Travel Umoh Haji

Sehingga, kantor Kementerian Agama kabupaten kota mengetahui nama-nama jemaah haji khusus yang berangkat ke Tanah Suci. “Dengan begitu kontrol pemerintah lebih mudah. Ke depan inginnya begitu. Tapi, ini terus kami bahas,” ujarnya lagi. (Rio/ar)

Ditulis oleh anggoro husni pada Kam, 06/08/2015 - 19:06
sumber: www.haji.kemenag.go.id
Travel Umoh Haji

Sekjen Kemenag: Pemberitaan MCH Tentang Haji Merupakan Kenikmatan Bagi Keluarga di Tanah Air

Travel Umoh Haji Jakarta (Sinhat)--Dalam media, pers itu memiliki kekuatan yang luar biasa yang disebut dengan opini publik. Kekutan pers adalah kekuatan besar setelah demokrasi, pers bisa mempunyai tujuan tertentu dengan teori agendanya. Demikian dikatakan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Agama (Kemenag) Nur Syam pada acara Pembekalan Petugas Media Center Haji (MCH) di Ruang Rapat Kementerian Agama, Kamis (06/8).

“Pers bisa memotret sesuatu yang bisa membangun opini. Karena apa yang dilakukan media itulah yang dilakukan masyarakat. Sehingga pemerintah disini punya peran untuk mengarahkan opini publik tersebut,”, Kata Nur Syam di hadapan 20 petugas MCH yang segera akan berangkat ke Arab Saudi.

Dikatakan Nur Syam berita bisa menjadi kenikmatan juga bisa menjadi bencana. Orang baca berita, orang bisa menjadi senang. Berita juga bisa menjadi bencana kalau berita tersebut berisi fitnah. Travel Umoh Haji

Terkait dengan tugas MCH dalam pemberitaan penyelenggaraan haji adalah untuk memberikan informasi dan edukasi kepada masyarakat dan keluarga jemaah haji. Disinilah peran pers, ada kenikmatan karena keluarga ditanah air mendapatkan berita keluarganya yang berada di Tanah Suci.

Nur Syam berpesan agar petugas MCH ini menghindari berita-berita keresahan sosial. "Hindari berita-berita keresahan sosial angkat berita human interest yang menarik untuk diberitakan,” pesannya. (ha/ar)

Ditulis oleh Affan Rangkuti pada Kam, 06/08/2015 - 15:08
sumber: www.haji.kemenag.go.id
Travel Umoh Haji